Mengubah Cara Kerja Linux Melalui Parameter Kernel

Linux terkenal dengan sifatnya yang mudah dimodifikasi. Salah satunya dalah membolehkan user mengubh cara kerja kernel sebagai inti system operasi, bagaimana caranya ?

Selama ini kita mengenal berbagai cara tweaking linux. Mulai dari mengutak atik pile konfigurasi direktori atau etc, mmeberi nilai tertentu didalam direktori / Froc atau / SYS. Hingga mengkompile ulang karnel. Coba pikirkan lagi, yang belum dicoba ? pernagkan anda terpikir untuk memberi parameter tertentu saat karnel diboote ?

Apabila anda mengikuti Praktik linux Boot Loader Grup beberapa edisi lalu, meungkin anda masih ingat eksepimen untuk menambah atau mengurangi parameter karnel. Karnel ayng digunakan adalah persi 2.6. lebih disarankan memekai persi terbaru, misalnya 2.6.23. Oleh karena topiknya parameter karnel.

Mengubah runlevel
Umumnya, runlevel dimodifikasi melalui / ETC / inittab. Anda biasanya mencari baris-baris kata seperti : angka 5 dapat diubah menjadi 3 atau angka lain yang menyatakan runlevel.

Sistem Linux perlu mengubah runlevel sering dialami jika salah meng-upgrade driver graphic card tapi linux terlanjut di-set pada runlevel 5. Tampilan layer akan berkedip – kedip karena gagal masuk ke lingkungan X.
Berikut ini contoh baris entri carnel yang sudak diedit di layer grub :
Kernel / boot / Vmlinuz – 2.6.23 ro root = LEBEL = / QUIET 5.

Mematikan Background Grafis saat booting
Dengan layer grafis saat booting linux mungkin anda termasuk yang merasa layer grafis saat booting hanya memperlambat proses tanpa memebrikan banyak keuntungan. Para meter ini biasanya berlaku pada distro berbasis Pedora / Readhat.

Mengnonaktifkan selinux 
Selinux adalah pasilitas keamanan ektra yang ditambahkan pada distribusi Pedora dan sudah mulai diadopsi oleh beberapa distro lainnya. Dengan adanya selinux lebih kebal sehingga tidak heran jika secara default. Diaktifkan setelah instalasi linux.

Buat kesalahan sehingga saat linux boot terjadi kesalahan ( misalnya tidak dapat lagi mengakses root file system ). Solusi pengaktifpannya dengan menambah oftion.
Enporcing = o

Oftion ini akan merubah mode operasi selinux menjadi permissive. Secara sederhana, pada mode ini pengecekan policy selinux masih dilakukan namun tidak dilakukan tindakan apapun jika terjadi pelanaaggaran polici.

Memilih algoritma I – o SC headuler
Ingin mencoba meningkatkan mencoba meningkatkan kinerja hard disk tanpa melakukan berbagai trik yang ruwet ? mungkin ansa perlu mencoba option. Mungkin tidak banyak penggunaan linux. Kernel 2.6.X tersedia 4 orgoritma untuk mengakses disk :
Anti Cipatory : Algoritma ini sesuai untuk user disktop yang jarang melakukan akses disk atau hanya berkutat denmgan tugas sederhana seperti memutar VCD atau DVD, MP3, dan lain sebagainya. Algoritma ini menimalkan penggerakan head disk.

Deadline : Algoritma ini sesuai untuk anda yang menginginkan latency yang rendah. Atau bahasa mudahnya angin data yang cepat.

CVQ ( complete Fair Cueueing ) : Algiritma ini kurang lebih pas untuk disandingkan dengan user yang tugasnya multitasking. Misalkan sambil mngetik dan memutar DVD juga melakukan ripping audio cd. Cfq akan melakukan pembagian waktu yang optimal antara tugas-tugas ini sehingga tidak ada yang sampai tertinggal.

Noop : tidak ada optimasi pada algoritma ini mungkin cocok untuk proses baca tulis ke media yang tidak dibaca dengan mekanisme head seperti USB Flash disk, sd card dan seterusnya pilih argoritma yang sesuai dengan memberikan option berikut : elevator = dead line
Sesuai dengan nama algoritma yang dipakai sebagai tambahan, algoritma dengan cara global.
Semua disk yang tersambung ke motherbord anda. Supaya lebih selektif yaitu bisa memilih algoritma per disk, jgunakan entri /sys di /sys/blok// queue/scheduler. Perintah berikut ini akan mengatur cfq untuk disk sda:
# echo cfq > /sys/block/sda/queue/scheduler
Mengeset root filesystem yang di booting
Umumnya hal inin di lakukan setelah anda meng-compile kernel. Diasumsikan, anda sudah mempunyai kernel baru bernama bzlmage yang di tempatkan di /boot dan siap mengedit konfigurasi GRUB di /etc/grub.conf. masalahnya sekarang,root filesystem mana yang anda ingin pakai ?
Untuk mudahnya, anda dapat meniru baris konfigurasi GRUB yang sudah ada. Biadanya distro modern menggunakan format label sehingga optionnya ditulis seperti di bawah ini.
root=LABEL=/ 
Ini artinya, kernel diminta mem-boot partisi yang di labeli “/”. Unutk mengetahui partisi yang mana yang di beri label “/”, gunakan perintah e2label:
# e2label/dev/sda1
/

Memang perintah ini tidak bias minampilkan secra otomatis semua label partisi di suatu disk, karenanya anda sudah mencoba satu persatu memasukan nama partisi sebagai parameternya.
Apabila penggunaan label terasa mengganggu dan anda ingat partisi mana yang harus di pakai, disarnkan unutk mengeteikannya secra langsung :
root=/dev/sda1 cra ini selain mengurangi kesalahan juga membuat and adapt langsung mengetahui partisi mana yang di pakai sebagia root filesystem. Metode ini juga memungkinkan anda unutk mem-booting root filesystem lain yang mungkin dimiliki. Ini biasanya terjadi jika anda meng-install lebih dari satu distro.

Menonaktifkan area RAM tertentu
Anda mungkin tidak membutuhkan option yang kurang lajim ini. Akan tetapi,unutk situasi darurut ,metode ini mungkin berguna unutk mengaktifkan PC bersistem Linux yang modul RAM-nya sebagian ada yang rusak. Caranya adalah mengatur Linux agar hanya menggunakan sebagian dari modul RAM dan membiarkan sisanya tidak terpakai. Option-nya adalah :
mem=
disini,K berarti kilobyte, M adalah megabyte dan G adalayh gigabyte. Jadi, jika anda hanya ingin mengaktifkan sebesar 128M,ketikan ”
mem=123M
Option ini juga, berguna jika karena suatu sebab karnel Linux tidak bisa mendeteksi dengan benar jumlah RAM yang terpasang. Kasus, yang walaupun jarang terjadi umumnya disebabka karena pemakaian Linux pada PC dengan kombinasi motherbord/chipset/RAM tertentu.

Melompati pemanggilan init dalam keadaan darurat 
Keadaan ini memang agak langka tetapi bukan tidak mungkin terjadi jika anda mengalami kerusakan hard disk yang agak parah. Gajalanya sebenarnya sederhana, Linux seperti macat saat hendak mulai inisialsasi. Pesan pesan yang din tampilakan agak mencolok :
no init found
apabila ini terjadi, ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Biasa saja anda mengarahkan kepartisi yang bukan merupakan partisi filesystem yang valid. Misalnya, Anda mengatur karnel dengan parameter :
root=/dev/sda2
Di sini, sda2 justru adalah partisi ysng biasanya di-mount sebagai /home. Inti masalahnya adalah program init yang biasanya ditempatkan di direktori / sbin tidak di temukan. Kenapa file ini begitu penting ?
Karena tanpa file ini, inisialisasi sistem Linux, termasuk di dalam perubahan ke run-level yang diinginkan dan aktivasi service jadi tidak berfungsi dengan baik.
Apabila anda yakin root filesystem sudah benar dan tidak ada bed sector, maka unutk penanganan darurat gunakan parameter :
init=/bin/bash
Dengan cara ini, program init yang semestinya dijalankan akan diganti dengan menjalankan shell Bash. Dari sini, anda bisa me-mount CD/DVD distro Linux anda dan memaksaka instalasi paket yang mengandung program /sbin/init. Di distro Fedora/Redhat dan variantinya paketnya bernama sysvinit :
rpm-ivh—force /mnt/odrom/Fedora/RPMS/sysvinit-xyy-zz.i386.rpm
Sesuai path engan tempat sebenarnya dimana file RPM anda letakan. Perhatikan juga penggunaan option –i di gabung degan –force yang artinya menimpa file yang suah ada

Menonaktifkan fungsi multiprosesor 
Mungkin terdengar anah penulis beri tahu bahwa versi karnel Linux tertentu+yang berjalan diatas prosesor Intel berteknologi Hyperthread di gabungkan dengan komponen tertentu ( dalam hal ini mothreboard ) malah akan menghasilkan performa yang tidak maksimal bahkan terkadang seperti stuck.
Hal ini terjadi karena sempat terdapat bug pada system pengaturan proses di kernel Linux sehingga pembagian tugas antar real core dan sibling HT ( Hyperthread ) tidak berjalan dengan optimal. Efeknya adalah program yang semestinya berjalan cepat malah jadi lambat, terutama jika program ini sudah bersipat multithreading. Coba tambahkan baris ini :
noht
Apabila cara ini masih belum berhasil, tambahkan juga :
acpi=off 
Cara ini akan mematikan fungsi ACPI ( Advanced Configuration And Power Interface ) yang tentu saja berdampak pada kinerja computer secara keseluruhan. Namun ini adalah cara terbaik sambil anda menunggu update kernel terbaru. Di sisi lain, dengan option :
maxcpus=
Maka anda bisa memberitahu kepda system Linux beberapa prosesor yang henda di pakai. Jadi misalnya anda punya dua prosesor dual core terpsang di motherboard anda ( berarti anda 4 core ) tapi hanya ingin mengaktifka 2 core, anda ketik :
maxcpus=2
Perhatikan bahwa maxcpus=0 secara implisit artinya mematika dukungann multi prosesor.
Disable fungsi clok step down untuk genjot kinerja
Tips ini kurang bagus untuk pengguna notebook karena akan banyak menguras pemakaian baterai notebook. Aka tetapi, bagi pengguna PC rumahan dan admin server, metode akan meningkatka sekian persen performa prosesor. Idenya ini sederhana, prosesor diatur pada level pemakaian daya maksimum agar selalu berada pada kinerja puncak. Harap di ketahui bahwa prosesor memiliki beberapa level pemakaian daya ( yang kerap disebut C state ) dan jika sistem operasi mendeteksi adanya keadaan idle ( prosesor sedang tidak dipakai menghitung ) maka akan dikirim instruksi halt yang secara internal CPU akan menurunkan konsumsi daya. Sisi negatif dari hal ini adalah dibutuhkan waktu bagi prosesor untuk kembali ke kinerja puncak karena sebelumnya core prosesor herus berganti ke mode penggunaan daya listrik maksimal. Hal ini berlangsung selama sekian puluhsampai sekian ratus milidetik ( memang tidak terlalu terasa ). Untuk menghindari hal ini, gunakan option kernel :
nohalt
Alternatif lainnya, gunakan option :
idle=poll 
Cara yang hampir sama seefektif metode nohalt ini juga memastikan prosesor untuk selalu berada pada mode daya maksimal. Unutk kombinasi terbaik, nonaktifkan juga pemakaian CPU power governor.

Melewatkan deteksi disk tertentu 
Jika anda pemakai Linux live CD, tentu anda sempat memperhatikan proses saat live CD sedang mendeteksi semua drive ( hard disk dalam hal ini juga CD/DVD drive ). Hal ini agar nantinya semua partisi di dalam drive tersebut bisa di deteksi dan kemungkinan besar langsung di-mount sesuai konfigurasi yang diatur oleh pembuat live CD/DVD. Tapi efek sampingnya ini membuat proses booting menjadi lambat karena drive yang tidak terpasang pun harus di deteksi dulu.
Unutk mempercepat proses di tahap ini, matikan saja diteksi drive tertentu. Misalnya, anda tahu anda Cuma bahawa di PC anda anda Cuma ada satu drive EIDE yang terset sebagai master di IDE channel pertama dan sebuah DVD ROM sebagai slave di channel 1. Maka cuma ada hda dan hdb, sisanya tidak ada. Sedangka di motherboard ada lagi satu slot IDE, berarti akan ada hdc dan hdd. Cukup tambahkan :
hdc=noprobe hdd=noprobe 
Atau jika anda ingin mematikan sama sekali akses ke drive ini, coba tambahkan :
hdc=none hdd=none
kini proses booting bisa terlihat lebih cepat. Trik ini juga bias berlaku buat live CD/DVD yang di –install ke hard disk, karena pada dasarnya script deteksi disk masih aktif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s